“Mas ayo pulang” kataku pada anakku Nayotama.
Tidak terasa sudah lebih dari satu minggu anakku bersekolah. Tidak terasa juga aku mulai menggunakan bahasa “campuran” antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa.
Sebenarnya aku ingin sekali selalu memakai bahasa jawa dan mengajarkan bahasa jawa yang baik kepada anakku. Alasannya sekarang saya rasa sudah jarang sekali seorang anak memakai bahasa jawa bila berbicara dengan orang tuanya. Mulai saat anak itu lahir ke dunia sudah dibiasakan memakai bahasa Indonesia. Saya cuma khawatir suatu saat bahasa jawa tidak dipakai lagi di tanah jawa. Saya pernah menulis tentang hal ini dalam bahasa Inggris (disini) Bahkan tulisan ini pun dalam bahasa Indonesia. Saya sendiri lebih lancar saat menulis dalam bahasa Indonesia.
Kalau orang tua tua bilang “wong jawa wis ilang jawane” atau dalam bahasa Indonesia orang jawa sudah hilang tata krama jawa nya. Mungkin begitu yang terjadi saat ini. Orang Jawa sudah tidak lagi memakai hitungan hari, kata nya itu klenik dan menyesatkan padahal itu kan cuma ilmu menandai hari.
Semoga saya tetap bisa bertahan mengajarkan bahasa Jawa kepada anak saya. Saya juga berharap suatu saat bisa menerjemahkan buku buku seperti buku akuntansi atau buku matematika ke bahasa jawa. Agar simbok – simbok di pasar yang tidak sempat duduk di bangku sekolah bisa belajar akuntansi atau matematika.
Sepakat pak.. monggo dipun pirsani http://kamusjowo.com
artikelnya bagus, thanks